PARIWISATA KEPULAUAN NIAS HADAPI BANYAK KENDALA, ANGGOTA DPR RI KOMISI XI SIHAR SITORUS GANDENG BANK INDONESIA GELAR DISKUSI PUBLIK

by siha1493

Jakarta, 21 September 2023 — Sihar Sitorus, anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan menggelar Diskusi Publik dengan tema “Pengembangan Desa Wisata” dengan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Tapanuli Utara. Diskusi ini dilatarbelakangi keprihatian akan banyaknya permasalahan yang menghambat perkembangan pariwisata Kepulauan Nias.

Menurut Sihar, diskusi ini bertujuan membangun keberdayaan dan kesejahteraan masyarakat desa, melalui pengembangan usaha produktif sesuai dengan potensi sumber daya lokal, terutama di Kepulauan Nias . Diskusi yang dilakukan pada 18-21 Oktober 2023 ini dihadiri oleh Kepala Kantor Perwakilan BI Sibolga, Yuliansyah Andrias. 

Desa wisata merupakan sebuah konsep pengembangan daerah yang menjadikan desa sebagai destinasi wisata. Saat ini terdapat 3.613 desa wisata secara nasional dengan berbagai klasifikasi mulai dari rintisan sampai dengan desa wisata maju. Pengembangan Desa Wisata memiliki tujuan menjadikan desa sebagai sebuah destinasi pariwisata dengan cara memadukan daya tarik wisata alam, budaya, layanan fasilitas umum pariwisata, serta aksesibilitas yang memadai.

Sihar memandang saat ini, potensi pariwisata Kepulauan Nias amatlah besar, dengan adanya berbagai objek desa wisata populer seperti Pantai Sorake, teluk yang memiliki ketinggian ombak ideal untuk para wisatawan peselancar pemula maupun profesional. Kedua, Desa Bawomatoluo dan desa Hilisimaetano. Desa ini masih sangat asli, lengkap dengan tradisinya, seperti rumah adat, tradisi lompat batu, tarian perang, dan budaya peninggalan megalitikum.

Namun dibalik potensi yang besar tersebut, Sihar masih melihat berbagai kendala dalam pengembangan desa wisata di wilayah ini. Aksesibilitas jalan menuju berbagai dewa wisata misalnya, belum merata dan beberapa diantaranya berada dalam kondisi rusak, terutama di wilayah barat.

Dari segi “people”, sebagjan masyarakat Nias masih kurang mahir dalam berbahasa Indonesia. Sementara Sihar juga melihat masih adanya persepsi di masyarakat yang memandang pariwisata sebagai aktivitas musiman, sehingga enggan untuk menjadikan pariwisata sebagai sumber perekonomian utama.

Dengan berbagai tantangan tersebut, Sihar menyerukan diadakan berbagai upaya agar potensi desa wisata di Kepulauan Nias dapat tetap dimaksimalkan. “Sektor pariwisata mendatangkan devisa sekitar 14 juta dolar setahun, atau sekitar 10 persen dari total cadangan devisa Indonesia. Artinya, ini kesempatan besar bagi kita untuk mengembangkan desa wisata baik desa wisata agro, religi, adat, dan lainnya,” ungkap Sihar.

Sihar juga melihat perlu adanya perubahan cara pandang seiring dengan kemajuan teknologi. Dulu kita bertransaksi bisa tawar menawar, sekarang semuanya serba pasti. “Misalnya kalau kita pakai QRIS, transaksi akan lebih pasti dan efisien,” jelasnya.

Terakhir, Sihar menyatakan perlu adanya dorongan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan bahasa. Sehigga mempunyai kemampuan yang baik untuk berkomunikasi dengan wisatawan domestik maupun mancanegara. “Saya sendiri sebagai legislator terus mendorong agar pengembangan desa wisata terus disinergikan dengan pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas sehingga semakin memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal,” pungkasnya.


You may also like

Leave a Comment